| Jelang Imlek, Perajin Lampion Banjir Pesanan |
surya online, malang – prasetyo (31) terlihat sibuk menyelesaikan pembuatan lampion berukuran besar di ruang tamu rumahnya, di jalan juanda, rt 6 rw 1 kelurahan jodipan, kecamatan blimbing, kota malang, senin (20/1/2014).
lampion berdiameter satu meter itu, secepatnya akan dikirim ke semarang untuk perayaan tahun baru imlek.
bagi perajin lampion seperti prasetyo, menjelang tahun baru imlek membawa berkah tersendiri untuk usahanya.
setiap menjelang perayaan tahun baru imlek, ia selalu kebanjiran pesanan lampion dari luar kota.
menjelang tahun baru imlek, pesanan lampion yang datang ke dirinya bisa naik tiga kali lipat.
"kalau biasanya hanya ada pesanan 100 biji per hari, kini bisa mencapai 300 biji,” kata prasetyo.
menurut prasetyo, dirinya saat ini sedang menyelesaikan pesanan 110 lampion berukuran besar dari semarang.
untuk membuat lampion besar butuh waktu 1,5 jam dan akan dijual rp 110 ribu.
"saya mengerjakan usaha ini sendiri," kata pria yang sudah delapan tahun menjadi perajin lampion itu.
perajin lain, ahmad samsudin, mengaku juga kebanjiran order lampion dari luar kota.
ia mengaku mendapat pesanan membuat lampion kecil sebanyak 2.
000 biji dari jakarta.
"biasanya hanya mendapat pesanan 200 biji, sekarang sekali pesan bisa sampai 2.
000.
beberapa hari lalu, saya juga sudah mengirim 2.
000 lampion ke surabaya,” katanya.
lampion buatannya juga ada yang diekspor.
ia baru mendapatkan pesanan 2.
000 lampion dari inggris.
“baru pertama kali ini ekspor ke luar negeri.
biasanya, lampion buatan saya dipesan orang-orang dari jakarta, surabaya, palembang,” ujarnya.
dikatakanya, lampion hasil karyanya dibanderol mulai rp 15 ribu sampai rp 5 juta per biji.
selama ini, ia dibantu tujuh pekerja untuk membuat lampion.
jika pesanan banyak, para pekerja harus lembur untuk menyelesaikan pesanan.
"untuk membuat satu lampion kecil butuh waktu sekitar 10 menit.
biasanya, dalam sehari kami hanya mampu membuat antara 200 biji sampai 300 biji lampion," katanya.
terkait    #imlek, lampion, kota malang
baca juga
pendaftar sman favorit belum lampaui pagu
ambil formulir bebas, kembalikan harus di sekolah rayon
pantau ppdb, mcw buka posko pengaduan di sekolah
menaggung beban berat demi menampilkan kreasi bunga
masuk tiga besar, kabupaten malang gagal penuhi target
penulis: samsul hadi
editor: adi agus santoso
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.