| Ingin Benar atau Bahagia? Tanyakan Pada Pasangan |
surya online, surabaya – apa yang sebenarnya dicari dalam sebuah pernikahan yang sehat? menjadi bahagia atau selalu benar dalam segala hal?
untuk mengetahui jawabannya, terutama terkait kualitan kehidupan pasangan, tim peneliti dari university of auckland, selandia baru melibatkan pasangan yang telah menikah dan tinggal di rumahnya sendiri.
awalnya, tim peneliti mengambil kesimpulan pertama jika partisipan perempuan memilih “selalu benar” dan partisipan pria akan memilih “menjadi bahagia”.
sehingga, responden pria pun diminta untuk menyetujui setiap pendapat istrinya, dan meminta apapun tanpa mengeluh.
meskipun yakin istrinya saya, responden pria dipaksa untuk menyetujuinya.
responden pria diberitahu mengenai “intervensi” ini, sementara partisipan perempuan tidak diberitahu.
kualitas hidup kedua partisipan dihitung dengan skala nilai 1 hingga 10.
skala 10 menunjukkan kualitas hidup terbaik.
setelah 12 hari, penelitian ini terpaksa dihentikan karena partisipan pria menemukan jika pasangannya menunjukkan peningkatan dalam mengkritik segala hal yang dilakukannya.
kualitas hidup partisipan pria turun dratis dari 7 menjadi 3 di hari ke 12.
sedangkan kualitas hidup partisipan perempuan meningkat dari 8 menjadi 8,5 di hari keenam.
“sepertinya, “menjadi benar” akan menyebabkan kebahagiaan.
dan di sisi lain, satu pihak setuju sementara lainnya tidak, akan membawa ketidakbahagiaan,” tulis tim peneliti.
“banyak orang yang tinggal sebagai pasangan di seluruh dunia.
dan kami meyakini akan menyakitkan jika hanya satu pihak yang selalu setuju dengan pasangannya.
namun demikian, penelitian lain perlu dilakukan jika pihak pria yang dikatakan selalu benar.
”
hasil penelitian ini dipublikasikan di british medical journal.
(toi)
terkait    #pernikahan
baca juga
menikah di lapas, berharap bisa divonis ringan
ini lima kesalahan yang sering terjadi dalam pernikahan
suami nikah diam-diam, ibu rumah tangga ini pilih lapor polisi
penulis: titis jati permata
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.