Halaman

Sabtu, 25 Januari 2014

Belasan Rumah Warga dan Musala Terancam Ditelan Bumi




Belasan Rumah Warga dan Musala Terancam Ditelan Bumi
Belasan Rumah Warga dan Musala Terancam Ditelan Bumi






surya online, ponorogo - sebanyak 12 rumah milik warga dan satu bangunan musala milik rt 02, rw 03, dusun joso, desa wates, kecamatan slahung, kabupaten ponorogo terancam ditelan bumi.
ini menyusul, belasan bangunan itu terkena dampak bencana retakan dan amblesnya tanah di lereng gunung pringgitan itu.
diduga, fenomena alam ini sebagai bencana akibat getaran yang ada di dalam tanah.
meski para pemilik rumah yang terdiri dari 60 orang belum diungsikan, akan tetapi kondisi ini membuat warga yang rumahnya sudah mulai retak-retak dan ambles merasa ketakutan dan was-was.
apalagi, kasus sebelumnya 2 tahun lalu, kejadian yang sama mengakibatkan 3 rumah warga dusun bungkul, desa wates, kecamatan slahung hancur ditelan bencana retakan dan tanah ambles itu.
apalagi, setiap turun hujan deras, retakan dan amblesnya tanah itu semakin melebar dan semakin dalam.
ketua rt 02, rw 03, dusun joso, desa wates, kecamatan slahung, misno (53) mengatakan bencana tanah retak dan ambles itu mulai terjadi, jumat (24/1/2014) pukul 17.
00 wib.
akan tetapi, lantaran semalam suntuk nyaris turun hujan tak berhenti retakan tanah dan amblesnya tanah itu semakin melebar dan meluas hingga mencapai sekitar 600 meter dengan bentang lebar mencapai 100 meter, sabtu (25/1/2014) dini hari.
"contohnya rumah saya ini sudah seperti dirajang menggunakan pisau.
karena pecahannya dimana-mana sampai tembok dan lantai bangunan rumah retak dan pecah," terangnya kepada surya, sabtu (25/1/2014).
lebih jauh misno mengungkapkan rumahnya yang berukuran 11 x 17 tersebut diterjang retakan dan tanah ambles terjadi di beberapa titik bagian rumah.
kini, sudah mencapai lebar lubang retak di dalam rumah ketua rt ini mencapai hampir 30 sentimeter.
"lantai dan temboknya mengalami retak karena tidak mampu menahan terjangan tanah retak dan ambles yang terus bergerak ini.
padahal retakan sepajang 600 meter dan lebar 100 meter itu awalnya hanya panjangnya 25 sentimeter dan lebar 10 sentimeter," imbuhnya.
sejak pagi, misno mengaku sudah menelusuri dan mendata dampak keretakan tanah dan amblesnya tanah di lereng gunung pringgitan itu.
hasilnya, dirinya menemukan data sebanyak 12 rumah warganya termasuk rumah miliknya dan satu bangunan musala nyaris ambruk diterjang bencana retakan dan tanah ambles itu.
 "kondisi terparah di musala, rumah saya dan 3 rumah warga lainnya.
karena jendela dan tembok musala jebol sejak sabtu dini hari.
saya mengetahui retakan semakin panjang dan lebar karena semalam suntuk berada di atas kursi menunggui retakan di dalam rumah yang semakin lebar dan dalam itu.
makanya saat musala tembok dan jendelanya ambruk saya lihat sendiri," ungkapnya.
kedua belas rumah warga yang nyaris ambles ditelan bumi itu, adalah rumah milik waidi, mismo, yacob, ladi, yatno, wardi, piyanto, damiran, pardi, yatimin, suyono dan tamiyo serta sebuah musala.
kendati demikian untuk menjaga keamanan itu, kepala dusun joso, jaeran (41) meminta warga untuk mengevakuasi musala.
hal ini disebabkan musala sudah nyaris ambruk.
"paling parah dan terncam roboh,  musala, rumah milik waidi dan mismo.
makanya yang didahulukan dibongkar karena takut roboh adalah musala di bawah rumah pak mismo.
selanjutnya rumah pak mismo dan waidi serta disusulkan mengevakuasi 11 rumah warga lainnya.
sementara salah seorang anggota babinsa koramil slahung, serda kuslan yang saat itu berada di lokasi bencana tanah retak dan ambles bersama empat anggota koramil slahung lainnya turut mengevakuasi musala yang lantainya pecah hingga temboknya selebar 30 sentimeter ambrol dan menjatuhkan jendela musala itu.
"kami putuskan membongkar musala dulu agar bisa diselamatkan atap, genteng dan kayunya.
untuk evakuasi rumah  warga lain menunggu hasil koordinasi komandan koramil, muspika slahung serta kepala desa wates.
kami menghimbau 12 pemilik rumah untuk secepatnya menyelamatkan barang-barang berhaga miliknya agar saat ambles total sudah bersih," pungkasnya.




penulis: sudarmawan

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.