Halaman

Jumat, 24 Januari 2014

Bebek Mati Mendadak di Ngawi Merata di 4 Kecamatan









surya online, ngawi-serangan bebek mati mendadak yang melanda sejumlah peternakan bebek di wilayah kabupaten ngawi sudah diinventarisir dinas peternakan dan perikanan pemkab ngawi.
hasilnya, berdasarkan laporan para peternak yang mengalami kerugian akibat hewan ternaknya mati mendadak antara 100 sampai 600 ekor per peternak dalam 2 pekan terjadi merata di 4 wilayah kecamatan di kabupaten ngawi.
kabid kesehatan hewan, dinas peternakan dan perikanan pemkab ngawi, tri wahyu yulistyani mengungkapkan berdasarkan data laporan yang masuk serangan bebek mati mendadak yang diduga kuat karena serangan hama flu burung terjadi di 4 wilayah kecamatan yakni di kecamatan paron, ngawi, geneng, dan kecamatan jogorogo.
sedangkan sejumlah desa yang sudah melaporkan kasus bebek mati mendadak diantaranya desa dawu dan desa/kecamatan paron, desa watualang dan desa karangasri, kecamatan ngawi, desa sidorejo, kecamatan geneng serta desa/kecamatan jogorogo.
"kalau detailnya lebih dari seribu ekor yang sudah dilaporkan mati mendadak," terangnya kepada surya, jumat (24/1/2014).
selain itu, tri mengungkapkan kematain paling mencengangkan adalah kematian bebek dan itik di sentra bebek dan itik desa dawu dan paron.
alasannya, laporan per peternak sudah merugi lantaran bebeknya mati lebih dari 600 ekor dalam 2 pekan terakhir karena mati mendadak itu.
"kami akan melaksanakan penyemprotan di sekitar kandang ternak, kami juga minta peternak memberishkan kandang dan mensterilkan makanan ternak dan mengetahui jenis obat yang diberikan untuk hewan ternaknya," imbuhnya.
rencananya dinas peternakan dan perikanan akan melaksanakan pengecekan ke lapangan.
hal ini untuk mencegah agar serangan hama flu burung itu tidak semakin meluas ke peternak lainnya.
"secepatnya kami akan melaksanakan pengecekan dan penyemprotan.
karena baru sebagian sampel yang kami ambil untuk dikirim ke laboratorium.
meski demikian, kami mensinyalir matinya bebek dan itik ini karena serangan flu burung di musim hujan," tegasnya.
sementara itu, selama ini kata tri dinas peternakan dan perikanan pemkab ngawi menyediakan obat-obatan dan disinfentan dari dana apbd dan apbd propinsi serta bantuan apbn.
oleh karenanya, jika peternak membutuhkannya bisa meminta karena akan diberikan secara gratis.
"sekaligus kami akan membagikan brosur dan mensosialisasikan kebesihan kandang bagi peternak untuk menjaga kesehatan bebek dan itik, termasuk kebersihan diri para peternak saat masuk dan keluar kandang.
tetapi, kami juga minta peternak tidak panik agar bisa teratasi serangan penyakit itu secara bersamaan antara dinas dan peternak," ungkapnya.
sedangkan ciri-ciri serangn flu burung pada itik dan bebek itu adalah tidak mau makan, badannya lemas, leher kaku, dan mati mendadak berkesinambungan dan hampir bersamaan.
"kami minta peternak tak membuang bebek atau itik yang mati mendadak ke sungai, kami minta bebek yang mati mendadak dikuburkan ke dalam tanah saja agar tidak meluas kemana-mana," pungkasnya.




baca juga



ribuan bebek milik peternak di ngawi mati mendadak





penulis: sudarmawan

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.