Halaman

Senin, 28 April 2014

Tiga Anggota DPRD Surabaya Bertahan hingga Empat Periode









surya online, surabaya - meski komisi pemilihan umum (kpu) baru mengumumkan perolehan kursi dprd surabaya pada 11 mei 2014, tiga orang anggota dprd surabaya dari pdip dipastikan akan kembali duduk sebagai anggota dprd surabaya periode 2014 - 2019.
keberhasilan tiga orang yakni baktiono, agustin poliana, dan armuji bisa kembali duduk sebagai anggota dprd surabaya periode berikutnya menjadikan ketiganya sebagai jawara bertahan di dprd surabaya.
ini dikarenakan ketiganya berhasil menjadi anggota dprd surabaya berturut-turut sejak tahun 1999.
dalam perolehan suara hasil rekapitulasi kpu surabaya, agustin poliana menjadi jawara perolehan suara mencapai 10.
398 suara untuk daerah pemilihan surabaya 1.
sedangkan baktiono mampu mendapatlkan perolehan suara mencapai 12.
073 suara yang juga sebagai jawara pendulang suara terbanyak di dapil 2.
demikian juga dengan armuji yang sukses mendulang suara mencapai 14.
232 suara sekaligus mengukuhkannya sebagai jawara perolehan suara terbanyak dari pdip untuk dapil 4.
keberhasilan ketiga orang kader pdip surabaya sebagai anggota dprd empat periode berturut-turut tersebut tidak lain berkat kerja nyatanya dalam mengemban amanat yang diberikan oleh rakyat.
seperti dikatakan baktiono yang tidak kenal lelah memperjuangkan dan memberi pengertian akan hak dan kewajiban yang bisa didapatkan rakyat.
apalagi, menurut baktiono, rakyat pada umumnya belum banyak yang mengerti akan hak tersebut.
diantaranya hak mendapatkan layanan kesehatan gratis, sekolah gratis, dan sebagainya.
bahkan, tidak segan baktiono memberikan semangat keberanian pada rakyat untuk berani menggertak pejabat atau petugas pelayanan dari pemerintah jika tidak memberikan hak milik rakyat.
"mungkin rakyat melihat apa yang kita lakukan, sehingga rakyat memberi kepercayaan dengan tetap menyerahkan amanah pada saya," kata baktiono.
memang, diakui baktiono yang kini juga menjabat bendahara dpc pdip surabaya, perjuangan membela rakyat harus dilakukanya.
dan perjuangan tersebut dilaksanakan dengan menjadi anggota dprd surabaya.
bahkan, baktiono yang lahir tahun 1961 tersebut selama menjadi anggota dprd sudah pernah duduk di semua komisi yang ada.
baik sebagai anggota ataupun ketua komisi seperti yang dilakoninya sekarang ini sebagai ketua komisi d dprd surabaya.
"jadi istilahnya kita memang sudah kenyang asam garam dprd surabaya.
makanya kita bisa mudah memutuskan apa yang terbaik untuk rakyat surabaya," ucap baktiono asli warga kelurahan rangkah kecamatan tambaksari tersebut.
tidak jauh beda disampaikan hj agustin poliana.
dirinya sebetulnya menyadari kalau sudah lama duduk sebagai anggota dprd surabaya.
apalagi ada kebijakan dpp pdip yang mewajibkan anggota dprd dari pdip yang telah menjabat tiga periode harus pindah daerah pemilihan (dapil) atau naik menjadi anggota dprd provinsi.
akan tetapi, karena dpc pdip surabaya memiliki kebijakan untuk mempertahankan perolehan suara dan memanfaatkan potensi yang ada maka ditugaskanlah dirinya untuk tetap bertarung memperebutkan kursi dprd surabaya.
"jadi kita nilai wajar jika di tubuh dpc pdip surabaya sempat ada protes.
tapi bagaimana lagi kita diperintahkan seperti itu oleh partai," kata agustin poliana.
disamping itu, ungkap agustin, dengan sistem pemilu suara terbanyak menjadi tolok ukur tersendiri dari keberhasilanya kembali akan duduk sebagai anggota dprd surabaya periode 2014 - 2019.
karena rakya jika tidak menginginkanya kembali menjadi anggota dprd surabaya maka suara yang didapat pastilah tidak sebesar perolehan suara sekarang ini.
"rakyat bebas memilih siapa calon wakilnya.
jika saya tidak diinginkan menjadi wakil rakyat tentu perolehan suara kecil, tapi nyatanya perolehan suara saya dalam pileg cukup besar kan dan artinya rakyat menginginkan saya jadi wakilnya," ucap agustin poliana asli warga dupak surabaya kelahiran tahun 1971 tersebut.
diakui agustin, dalam mengabdi untuk kepentingan rakyat selama menjabat sebagai anggota dprd dirasa biasa-biasa saja.
dimana dirinya akan membantu kepentingan rakyat sekuat tenaga dengan segala risiko yang ada.
bahkan kalau diperlukan, dirinya siap berdiri paling depan dalam membela kepentingan rakyat.
demikian pula jika ada ketidak adilan yang diterima rakyat maka sebagai anggota dprd akan langsung terjun meluruskan ketidak adilan tersebut.
"terutama jika ada kesewenang-wenangan aparat pemerintah maka kita siap pimpin rakyat melawan kesewenang-wenangan itu," ucap agustin poliana yang kini juga sebagai wakil bendahara dpc pdip surabaya itu.
dalam kiprahnya di dprd surabaya sekarang ini, dikatakan agustin poliana, dirinya yang duduk sebagai anggota badan anggaran tersebut seringkali menjadi penentu anggaran tiap tahun di kota surabaya.
untuk itu, alokasi anggaran yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat surabaya selalu diperhatikanya dengan serius.
jangan sampai anggaran untuk rakyat yang sangat penting dan dibutuhkan itu terlalu sedikit serta kalah jauh dengan anggaran lain yang dinilai tidak bersentuhan dengan rakyat.
"itulah perjuangan kita sebagai anggota dprd surabaya, berjuang untuk rakyat melalui penentuan anggaran yang betul-betul pro rakyat," tandas agustin poliana.
senada dengan kedua rekannya, ir armuji beralasan sama hingga akan menjadi anggota dprd surabaya empat periode.
menurutnya, rakyat masih membutuhkanya sebagai wakil di dprd surabaya.
ini setelah rakyat merasa apa yang telah dilakukan sebagai anggota dprd banyak bermanfaat untuk kepentingan masyarakat luas.
memang, diakui armuji, kebijakan partai seharusnya tidak memperbolehkan ada anggota dprd menjabat hingga empat periode.
akan tetapi partai tidak bisa mengenyampingkan potensi untuk bisa mendapatkan suara terbanyak.
untuk itulah, partai memberikan tugas kepadanya untuk maju kembali sebagai calon legislatif dprd surabaya keempat kalinya.
"syukurlah, rakyat ternyata masih percaya pada saya sehingga memberikan suaranya dalam pileg kemarin untuk saya," kata armuji.
memang, diakui armuji, selama menjadi anggota dprd surabaya dirinya didaulat menjadi ketua komisi a bidang hukum dan pemerintahan.
disitu banyak persoalan yang harus diselesaikan menyangkut berbagai kasus.
mulai dari persoalan birokrasi hingga persoalan hukum menyangkut masyarakat banyak.
diantaranya soal sistem administrasi kependudukan yang seharusnya tidak boleh ada biaya yang dibebankan kepada rakyat.
ini dikarenakan kepentingan dalam administrasi kependudukan seperti akta, ktp, kk merupakan kepentingan dari pemerintah.
rakyat pada dasarnya tidak memiliki kepentingan karena itu menyangkut administrasi pemerintah saja.
"dibebaskanya semua biaya kepengurusan administrasi kependudukan oleh pemerintah sekarang merupakan bagian dari perjuangan yang telah kita lakukan.
dengan demikian rakyat tidak lagi terbebani oleh sistem administrasi tersebut," ucap armuji.
mengenai peluangnya duduk sebagai ketua dprd surabaya periode 2014 - 2019, menurut armuji, itu terserah partai.
hal ini setelah pdip besar kemungkinan akan menempatkan 15 kadernya sebagai anggota dprd surabaya membuat peluang mendapatkan posisi ketua dprd surabaya terbuka lebar.
demikian juga dengan armuji, dirinya yang kini sebagai sekretaris dpc pdip surabaya sesuai ad/art partai dipastikan akan menjabat ketua dprd.
kalaupun nantinya armuji tidak bersedia menjabat ketua dprd maka peluangnya bisa diambil alih baktiono sebagai bendahara dpc pdip.
"tapi kita manut partai sajalah soal jabatan di dprd, terpenting kita nantinya akan fokus dan mengutamakan membantu sera memperjuangkan rakyat mendapatkan keadilan dan kesejahteraan," tutur armuji.




terkait#tiga anggota dewan bertahan empat periode, surabay

baca juga



mantan pejabat rutan medaeng dilimpahkan ke kejari surabaya


judi di tps sampah dtc digerebek polisi


jambret apes, terjatuh dari motor dikeroyok warga


mpr minta mahasiswa jaga pancasila


satpol pp siap intensifkan patroli di sekitar kbs






editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.