Halaman

Minggu, 23 Maret 2014

ITS Beri Kelonggaran, Hanya Buta Warna Tak Boleh Mendaftar









surya online, surabaya - institut teknologi 10 november (its) surabaya benar-benar memfasilitasi para penyandang disabilitas (ketunaan) untuk kuliah di kampusnya.
kampus teknologi terbesar di jatim ini, merevisi total persyaratan ketunaan yang bisa mendaftar melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (snmptn) tahun 2014 ini.
jika sebelumnya, tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunawicara dan buta warna dibatasi masuk di sejumlah prodi.
kini hanya buta warna sebagian dan buta warna total yang tidak bisa mendaftar di 28 program studi yang ada.
ketunaan lain seperti tuna netra, tuna dakwan tuna rungu/wicara dibebaskan mendaftar.
hal ini baru diputuskan usai rapat seluruh rektor ptn se-indonesia, di jakarta, jumat malam (21/3/2014).
humas snmptn its ismaini zain mengungkapkan, kelonggaran itu diputuskan menanggapi protes yang disampaikan penyandang disabilitas beberapa waktu lalu.
"hampir rata-rata ptn termasuk its hanya mensyaratkan nomor 5 dan 6 saja yakni tidak buta warna sebagian dan tidak buta warna total.
tetapi ada juga ptn yang mensyaratkan nomor 7 yang diatur sendiri oleh ptn nya,"kata ismaini saat dikonfirmasi, sabtu (22/3/2014).
bagaimana jika ada penyandang disabilitas seperti tuna netra dan tuna daksa  yang lolos? menurut ismaini, nantinya mereka akan diminta membuat perjanjian yang isinya, mereka siap menanggung segala risiko jika terjadi kesulitan teknis dalam proses belajar mengajar.
hal itu beralasan karena its belum memiliki fasilitas untuk penyandang disabilitas seperti tangga khusus kursi roda, tanda khusus tuna netra di setiap gedung atau bahkan sarana prasarana lain seperti sistem pembelajaran huruf braile.
dan mereka tidak boleh menuntutnya ke ptn.
"apakah nanti mereka membawa sendiri laptot braile atau bahkan membawa orang luar untuk mempraktekkan bahasa isyarat di dalam ruang kelas untuk penyandang tuna rungu.
itu semua menjadi tanggungan yang bersangkutan,"terang ismaini.
yang pasti, ketika hanya mensyaratkan buta warna saja, tidak ada alasan pihaknya untuk tidak menerima ketunaan lain yang lolos snmptn dalam proses daftar ulang.
"tahun lalu kami juga menerima tiga penyandang tuna daksa, dan selama ini tidak ada masalah,"tukasnya.
rektor its prof tri yogi yuwono yang ditemui terpisah mengatakan, pembatasan para penyandang disabilitas ini bukan bermaksud untuk mendiskriminasi mereka.
tetapi, hanya semata-mata karena keterbatasan sarana dan prasarana yang dimilikinya.
"kebetulan kami mayoritas teknik, jadi memang ada beberapa jurusan yang mensyaratkan buta warna seperti elektro, yang memang sangat bahaya kalau diperbolehkan.
jadi kita lebih pada melindungi,"katanya.
yogi berjanji apabila suatu saat pihaknya memiliki fasilitas2 yang lebih akan lebih siap menerima para penyandang disabilitas.
karena pendaftaran snmptn masih dibuka dua minggu ke depan, dia berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penyandang disabilitas.




terkait #buta warna tak boleh mendaftar, sbmptn, its

berita terkait: sbmptn 2014



ujian hanya sehari, nilai unas juga jadi pertimbangan





penulis: musahadah

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.