Halaman

Kamis, 01 Agustus 2013

Orangtua Tiba tiba Disodori Biaya Mahal




Orangtua Tiba tiba Disodori Biaya Mahal
Orangtua Tiba tiba Disodori Biaya Mahal






surya online, surabaya - kegaduhan mewarnai proses seleksi penerimaan mahasiswa baru (spbm) universitas negeri surabaya (unesa), rabu (31/7/2013).

seleksi yang mengagendakan wawancara itu diprotes sejumlah orangtua pendaftar.
hal itu terjadi setelah dalam wawancara dengan petugas di masing-masing fakultas mereka disodori surat pernyataan bermaterai yang memintanya memilih satu dari tiga jalur spmb, yakni kemitraan, mandiri, dan bidik misi.

yang membuat mereka emosi adalah pencantuman jalur kemitraan berbiaya tinggi yang sebelumnya tidak dijelaskan dalam pengumuman di situs spmb unesa.

di jalur kemitraan ini, selain uang kuliah tunggal (ukt) kelompok lima, mereka juga diharuskan membayar uang kuliah awal (uka) yang nilainya berbeda-beda di setiap fakultas.

seperti fakultas mipa ada lima biaya yang harus dipilih yakni rp 20 juta, rp 22,5 juta, rp 25 juta, rp 30 juta dan di atas rp 30 juta yang nilainya bisa diisi sendiri oleh pendaftar.
di fakultas teknik pilihannya rp 15 juta, rp 20 juta, rp 22,5 juta, rp 25 juta, rp 30 juta, rp 35 juta dan lebih dari rp 35 juta.

sementara jika memilih jalur mandiri mereka hanya dikenakan uang kuliah tunggal (ukt) kelompok lima.
sedangkan jalur bidik misi tanpa uka maupun ukt namun  kuotanya sangat minim.

yang membuat orangtua pendaftar semakin geregetan, petugas seolah-olah ingin mengarahkan mereka memilih jalur kemitraan yang berbiaya tinggi.
hal ini diakui ratno, salah satu orangtua pendaftar.

“saat wawancara petugas menjelaskan kalau prodi teknik sipil yang dipilih anak saya menyediakan kuota 245 mahasiswa, tapi hanya tersisa tujuh di jalur mandiri dan 18 di jalur kemitraan,” terang ratno saat ditemui usai wawancara.

pernyataan petugas ini membuatnya bingung karena jika memilih mandiri peluang lolos kecil, sememtara jika kalau kemitraan dia tidak siap dengan biaya sebesar itu.

“mestinya kalau ada seperti ini dijelaskan dari awal di websitenya.
biar kami tidak bingung,”protesnya.

meski ragu-ragu ratno memutuskan memilih jalur mandiri walaupun peluangnya tipis.
”kalau bidik misi ya gak mungkin.
katanya saja cuma satu yang dipilih,”tukasnya.
 
biaya tinggi ini membuat sejumlah pendaftar memilih mundur, tidak mengikuti proses wawancara karena kecewa.

”saya kecewa unesa tidak transparan.
harusnya ini disampaikan dari awal kalau memang ada pilihan biaya sebesar ini.
kalau sejak awal ada ini, saya pasti tidak akan mendaftar,”kata orangtua pendaftar yang enggan namanya dikorankan.

dia menduga keterangan biaya itu sengaja disembunyikan agar bisa menjaring pendaftar sebanyak-banyaknya.
dan itu berarti uang pendaftaran yang masuk lebih banyak.

”kalau saya tahu sejak awal seperti ini mending saya pilih swasta saja.
dengan begini kan percuma saya bayar uang pendaftaran rp 350.
000,”imbuhnya.

di bagian lain, orangtua pendaftar tampak pasrah dengan pilihan biaya tersebut.
seperti salah satu orangtua pendaftar asal ngawi yang akhirnya memilih jalur kemitraan untuk program biologi yang dipilih anaknya.
sementara pilihan kedua matematika dia memilih mandiri.

”di biologi saya pilih jalur kemitraan dengan pilihan biaya paling rendah rp 20 juta.
yah, barangkali bisa masuk soalnya ini kesempatan terakhir.
dan biaya itu kan juga untuk perbaikan sarana kuliah anak saya nanti,”kata perempuan asal ngawi.

perempuan berkerudung ini sempat kaget dengan pilihan itu karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
”tapi ya sudahlah, barangkali ini jalannya anak saya bisa lulus.
ya doakan saja,”katanya.

nita, keluarga pendaftar lainnya mengaku sudah mengetahui mengenai jalur kemitraan yang berbiaya tinggi.
”memang jalur ini mahal.
tahun-tahun sebelumnya juga begini.
karena itu saya pilihkan untuk adik saya jalur mandiri saja karena nilainya juga menentukan kelulusan kok.
bukan soal biaya saja,”aku perempuan berkerudung yang juga alumni unesa.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.